Contoh sambutan kepala pusat promosi kesehatan kementrian kesehatan RI

SAMBUTAN
KEPALA PUSAT PROMOSI KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
PADA ACARA ORIENTASI PESANTREN DAN SANTRI SEHAT

Assalamu’alaikum wr wb

Terlebih dahulu mohon maaf pimpinan kami, tidak dapat hadir dalam acara ini, karena sesuatu hal, dan untuk ini Saya mohon izin untuk menyampaikan sambutan beliau..

Assalamu’alaikum wr, wb.

Yang kami hormati:
- Pimpinan Pusat  Nahdatul Ulama
- Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama
- Pimpinan  Cabang  Nahdatul Ulama
- Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah atau yang mewakili
- Tokoh Agama
- Tokoh Masyarakat
- Para Pengurus Pondok Pesantren dan
- Para Undangan dan Panitia yang saya hormati.

Marilah kita sama meningkat Puji Syukur Kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, karunia, hidayah dan Inayahnya, serta diberikan sempat hadir dalam acara ini.

Slawat dan Salam , semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, kepada keluarganya dan Kepada Sahabatnya dan mudah-mudahan safaatnya sampai kepada kitan yang hadir ini. Amin.

Bapak/Ibu yang saya hormati.

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.


            Untuk mencapai sasaran pembangunan kesehatan tersebut, Kementerian Kesehatan telah menetapkan Visi Pembangunan Kesehatan, yaitu ”Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan” dengan Misinya:
(1)    Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani,
(2)    Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehayan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan.
(3)    Menjamin ketersedian dan pemerataan sumber daya kesehatan
(4)    Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.

Bapak / Ibu Yang Saya Hormati.

Guna mencapai visi misi dan tujuan pembangunan kesehatan, Kementerian Kesehatan memiliki milai-nilai kerja, yaitu: (1) Pro Rakyat,(mendahulukan kepentingan rakyat), (2) Inklusi (melibatkan semua pihak), (3) Responsif (sesuai kebutuhan dan kepentingan rakyat), (4) Efektif (mencapai sasaran), dan (5) Bersih (bebas dari KKN). Pembangunan Kesehatan harus mengikutsertakan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, dan swasta, tidak hanya pemerintah.

Pemerintah memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan, yang meliputi tanggung jawab untuk merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, dan mengawasi penyelenggaraan Upaya Kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat. Untuk itu Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, oleh karena itu perintah perlu mendorong peran aktif masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ORMAS) untuk bekerja  bersama dalam segala bentuk upaya kesehatan, mengingat Ormas mempunyai akses cukup besar sampai ke grass root/masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada tanggal 20 Agustus 2010 telah dilakukan penanda tangan kesepakatan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan PB NU, tentang Promosi Kesehatan dan Pemberdyaan Masyarakat.


            Salah satu tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama tersebut, adalah Penerapan  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pondok Pesantren. Artinya pertemuan ini sebagai bukti nyata keterlibatan organisasi kemasyarakatan untuk turut berperan serta dan bermitra dalam pembangunan kesehatan.

            Dengan di laksanakannya PHBS di  Pesantren dan Santri  diharapakan akan dapat mempercepat pencapaian target Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

            Bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu, dan dari Laporan yang kami terima dan dari hasil pemantauan kami bahwa kegiatan ini cukup menggembirakan, artinya program PHBS diterima masyarakat  pesantren dan sekitarnya. Maka dengan mempertimbangkan hal tersebut, sehingga  untuk tahun ini dapat kita lanjutkan dengan lebih memperdalam materi dan lebih menekankan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat dan sekitar pondok dengan memperhatikan potensi yang dimiliki daerah/wilayah masing-masing.

            Dalam pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kami harapkan senantiasa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat. Keberhasilan program ini ditandai dengan meningkatnya PHBS di Pondok Pesantren. Melalui kegiatan ini mari kita sama-sama mendukungnya dan menyukseskannya.

            Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya, mudah-mudaham kerjasama yang baik ini, akan dapat berlanjut pada masa-masa yang akan datang.

            Terima kasih kepada panitia yang telah dapat menyelenggarakan pertemuan sosialisai ini.

Akhirnya selamat mengikuti pertemuan ini dan terima kasih atas keterlibatan bapak/ibu.

Wassalamu’alaikum wr wb.



Pusat Promosi Kesehatan.   
Previous
Next Post »