Dismenore adalah nyeri yang
menyerang/terjadi di perut menjelang atau selama haid. Dalam keadaan yang
normal, nyeri haid hanya membuat wanita merasa sakit dan tidak nyaman. Tetapi
dalam keadaan yang parah, nyeri haid ini bisa membuat wanita tidak dapat
bekerja dan harus beristirahat, nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit
kepala, perasaan mau pingsan dan lekas marah. Ada 2 jenis dismenore ini yaitu dismenore
primer dan dismenore sekunder.
Beberapa
pendapat tentang upaya penanganan untuk mengatasi Dismenore:
Upaya penanganan Dismenore menurut Yatim (2001)
:
1.
Olahraga atau latihan, psikoterapi untuk
meyakinkan perempuan bahwa keluhannya tidak membahayakan kehidupan, dan akan
berlalu begitu darah keluar dengan lancar.
2.
Obat-obatan anti sakit (analgetik) sebaiknya
bukan golongan narkotik seperti Morfin dan Codein.
3.
Obat-obatan penghambat pengeluaran hormon
Prostaglandin, seperti Aspirin, Endometasin, dan Asam Mefenamat
Upaya penanganan Dismenore menurut Proverawati &
Misaroh (2009) dan Wijayanti (2009):
- Kompres
dengan botol dingin (hangat tepat pada bagian yang terasa kram (bisa di
perut atau pinggang bagian belakang).
- Minum-minuman
hangat yang mengandung kalsium tinggi.
- Menghindari
minum-minuman yang beralkohol, kopi dan es krim.
- Menggosok-gosok
perut atau pinggang yang sakit.
- Ambil
posisi menungging sehingga rahim tergantung ke bawah.
- Tarik
nafas dalam-dalam secara perlahan untuk relaksasi.
- Obat-obatan
yang digunakan harus atas pengawasan dokter. Boleh minum analgetik
(penghilang rasa sakit) yang banyak dijual di toko obat, asal dosisnya
tidak lebih dari 3 kali sehari.
Dismenore menyebabkan nyeri pada perut bagian
bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan
sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus
ada. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi,
mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang.
Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan
sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah. Menurut Maulana (2008)
mengatakan bahawa gejala dan tanda dari dismenore adalah nyeri pada bagian
bawah yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai
kram yang hilang timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.
Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, serta
mencapai puncaknya dalam 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore
juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit, diare dan sering
berkemih. Kadang terjadi sampai muntah.
Faktor
Risiko Dismenore
Biasanya dismenore primer timbul
pada masa remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama. Sedangkan
dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun.
Faktor
lainnya yang bisa memperburuk dismenore adalah:
1.
Rahim yang menghadap ke belakang
(retroversi)
2.
Kurang berolah raga
3.
Stres psikis atau stres sosial.
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon