KISAH DI MALAM
TERAKHIR
Drrrtttt……………. Hpku bergetar setelah
aku cek ternyata ada satu bbm dari temanku. “Del, jadi ikut malam
terakhir/perpisahan sama Amsasila kan? Kamu dimana? Ini udah sore Del”, isi bbm
dari temanku. Karena aku malam ini akan mengikuti malam terakhir/malam
perpisahan bersama pengurus Osis&Mpk Amsasila. “Inshaallah aku ikut Fa,
tapi aku berangkat malam, kayaknya. Tadinya aku tidak diizinkan Fa”, balasan
aku kepada temanku yaitu Faradilla. Hari pun semakin sore, telah menunjukan pukul
17.35, seharusnya aku udah berada di sekolah. Karena awalnya, aku tidak diizinkan
dan akhirnya aku diizinkan, itu menjadi hambatan aku untuk berangkat.
Jarum jam telah menunjukan pukul
19.35, aku mulai berangkat dari rumah untuk mengikuti malam terakhir/perpisahan
Amsasila di sekolah. Drrrtttttt……… hpku kembali bergetar, beberapa chat bbm
yang masuk dari teman pengurus OSKA. Semua isi bbm menanyakan “Del dimana? Jadi
ikut kan? Cepet sini kesekolah! ini udah malam!!!!” semua bbm dari temanku
cukup aku baca, tak ada satu pun bbm yang aku balas, karena tak lama dari itu
aku akan sampai di sekolah.
Kemudian, tak lama aku sampai
disekolah. Semua teman temanku telah berkumpul di Aula. Mereka di aula sedang
membagi kelompok yang dipandu oleh temanku yaitu Revita dan Tria. Kemudian aku masuk ruangan itu dengan wajah
seperti orang yang tidak bersalah. Semua mata tertuju padaku dengan serempak
mereka bersorak “woooooooo” aku hanya membalas dengan senyuman dan ciri khas
tertawaku, yaitu seperti orang yang terpaksa untuk tertawa.
Kelompok telah selesai dibagi,
kelompok terbagi menjadi 4 kelompok. Setelah itu, kelompok diintruksikan untuk
menampilkan suatu kreasi seni dari tiap kelompoknya. Diberi waktu 20 menit
untuk latihan dan persiapan tampil.
Tidak terasa, 20 menit telah berlalu,
seluruh kelompok yang sedang mempersiapkan kreasi seni diluar aula
diintruksikan untuk masuk kembali ke aula. Ruangan aula telah didekorasi dengan
berbagai macam hiasan. Ruangan aula telah disiapkan untuk kreasi seni. Dibuka
dengan penampilan kelompok 4,penampilan yang membuat kita terhibur, bernyanyi bersama sambil melambaikan tangan.
Kemudian ditutup dengan penampilan dari kelompok 1 sebuah kreasi seni dengan
pembacaan puisi bertema perjuangan dan perpisahan Amsasila, diakhiri dengan
sebuah lagu yang hebat, karena berhasil meneteskan seluruh air mata. Kreasi
seni diikuti dengan enjoy oleh seluruh pengurus OSKA. Wajah yang ceria dan gembira
terlihat dari wajah kita semua.
Acara kembali dipandu. Seluruh kelompok diintruksikan untuk
membuat kesan selama menjadi pengurus OSKA Amsasila. Dalam waktu 5 menit, kita
harus menyelesaikannya. Seluruh moment dalam kegiatan, moment yang sulit
dilupakan, pengalaman, kenangan tawa canda bareng Amsasila, tangisan senang
bersama saat kita sukses dalam sebuah acara, dan apapun itu yang terjadi selama
di Amsasila. Masing-masing kelompok mencurahkan lewat selembar kertas. Tanpa
terasa 5 menit telah berlalu, semua kelompok mengumpulkan isi kesannya dalam
bentuk kertas. Dengan diiringi lagu Ipang
“sahabat kecil”. Semua kesan dari setiap kelompok dibacakan dengan nada
sedih dan penuh penghayatan yang penuh kesan mendalam. Tetesan air mata, rasa
sedih, dan rasa tak ingin berpisah mulai terlihat dari wajah kita. Tangisan air
mata mulai berderai, karena rasa sedih akan berpisah dan mengakhiri masa
jabatan kita.
Kata terakhir Pembina OSIS, yaitu
bapak Devi memberikan beberapa amanat kepada kita. Semua kata-kata dan amanat
yang bapak ucapkan membuat kami meneteskan air mata.
Deraian air mata sedikit demi sedikit
mulai terhenti, semua bersama-sama dengan serempak menyanyikan lagu Ipang
“sahabat kecil” disertai lambaian tangan.
Baru
saja berakhir
hujan di sore ini
menyisakan keajaiban
kilauan indahnya pelangi
hujan di sore ini
menyisakan keajaiban
kilauan indahnya pelangi
Tak
pernah terlewatkan
dan tetap mengaguminya
kesempatan seperti ini
tak akan bisa di beli
dan tetap mengaguminya
kesempatan seperti ini
tak akan bisa di beli
Bersamamu
kuhabiskan waktu
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semua begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semua begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya
Melawan
keterbatasan
walau sedikit kemungkinan
tak akan menyerah untuk hadapi
hingga sedih tak mau datang lagi
walau sedikit kemungkinan
tak akan menyerah untuk hadapi
hingga sedih tak mau datang lagi
Bersamamu,
kuhabiskan waktu
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semua begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semua begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya
Janganlah
berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
tetaplah seperti ini
Janganlah berganti
Janganlah berganti
tetaplah seperti ini
Janganlah
berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Semua bernyanyi
dengan enjoy walaupun rasa sedih dan tetesan air mata yang sulit di hentikan.
Malam pun semakin sunyi, tak terasa
waktu telah larut malam. Rasa sedih dan tangisan air mata berhenti, karena kita
akan beristirahat, pergi ke pulau kapuk.
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon